User Tag List

Page 15 of 15 DepanDepan ... 5131415
Results 141 to 145 of 145

Thread: [WACANA PEMIMPIN] Siapakah yg Layak Pemimpin 2009 ?

  1. #141
    myQ Pejuang
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Posts
    4,763
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Pembukaan Tadarus Al-Quran 1 Ramadhan 1437H
    oleh Gubernur NTB,TGH. Muhammad Zainul Majdi.


    Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
    http://users6.nofeehost.com/alquranonline/AlQuran.asp

  2. #142
    myQ Pejuang
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Posts
    4,763
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
    http://users6.nofeehost.com/alquranonline/AlQuran.asp

  3. #143
    myQ Pejuang
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Posts
    4,763
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)


    Perbaiki Bangsa, Kwik Sarankan Kudeta dan Kembali ke UUD 1945 Asli

    Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, yang disebut semakin liberal dan makin jauh dari UUD 1945, menurut Kwik Kian Gie harus dilakukan perubahan sistem dan pemimpinnya.

    Sistem kepemimpinan, kata mantan Menko EKUIN itu, tidak bisa dipilih secara langsung oleh rakyat. Dia beralasan tidak mungkin rakyat yang pendidikannya mayoritas masih rendah diharapkan dapat memilih pemimpin yang berkualitas. Fakta yang terjadi, justru ada jual beli suara dalam pemilihan pemimpin.

    “Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Tadi ada yang menyebut coup (kudeta, red), tapi apa ya tentara mau?”, kata Kwik Kian Gie dalam diskusi seputar arah kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan UUD 1945 di Kantor MUI Pusat, Selasa sore (17/05/2016).



    Termasuk sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi bangsa, kata Kwik, harus menggunakan gaya kepemimpinan “diktaktorial.” Sumber ekonomi dan badan usaha harus dikendalikan negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing.

    “Tidak bisa selain itu. Ini bukan saya yang ngomong, tetapi Joseph Stiglitz, Francis Fukuyama. Baru bisa makmur,” ungkapnya.

    Mantan Kepala Bapennas ini memberi contoh Norwegia. Negara itu makmur dengan 70 persen kekuatan ekonomi di tangan pemerintah. Demikian pula dengan Singapura. Negara dengan wilayah yang sangat kecil ini bisa makmur karena pada awalnya dipimpin oleh Lee Kuan Yew dengan cara diktaktor. Pemerintah Singapura, kata Kwik, saat itu membentuk dua buah holding, yaitu Temasek dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation).

    “Saya usulkan, mungkin MUI yang mampu, pilih pemimpin, orang yang sangat dihargai rakyat. Tidak ada jalan lain kecuali jalan ekstrem, kudeta. Ini jalan yang murah,” saran Kwik.

    Kwik mengaku prihatin dengan kondisi kepemimpinan sekarang. Dengan sistem pemilihan secara langsung, Presiden, DPR, Gubernur, Bupati dan Wali Kota semua dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga, hanya para menteri saja yang dipilih oleh Presiden.

    “Akibatnya ada Gubernur, Bupati yang tidak menurut pada presiden. Karena merasa sama-sama dipilih oleh rakyat. Ini anarkhi atau chaos namanya,” kata politisi senior PDI-P ini.

    Selain pengambilalihan kepemimpinan, Kwik juga menyarankan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Dia mengaku sudah membaca sejarah konstitusi Indonesia yang pertama kali dibuat itu.

    “Ini yang buat bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang terpandai di zamannya. Ini sekarang dilecehkan sampai empat kali diamandemen. Semua harus dikembalikan (ke UUD 1945 asli, red),” tandasnya.

    http://www.repelita.com/perbaiki-ban...uud-1945-asli/

    - - - Updated - - -



    Perbaiki Bangsa, Kwik Sarankan Kudeta dan Kembali ke UUD 1945 Asli

    Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, yang disebut semakin liberal dan makin jauh dari UUD 1945, menurut Kwik Kian Gie harus dilakukan perubahan sistem dan pemimpinnya.

    Sistem kepemimpinan, kata mantan Menko EKUIN itu, tidak bisa dipilih secara langsung oleh rakyat. Dia beralasan tidak mungkin rakyat yang pendidikannya mayoritas masih rendah diharapkan dapat memilih pemimpin yang berkualitas. Fakta yang terjadi, justru ada jual beli suara dalam pemilihan pemimpin.

    “Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Tadi ada yang menyebut coup (kudeta, red), tapi apa ya tentara mau?”, kata Kwik Kian Gie dalam diskusi seputar arah kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan UUD 1945 di Kantor MUI Pusat, Selasa sore (17/05/2016).



    Termasuk sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi bangsa, kata Kwik, harus menggunakan gaya kepemimpinan “diktaktorial.” Sumber ekonomi dan badan usaha harus dikendalikan negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing.

    “Tidak bisa selain itu. Ini bukan saya yang ngomong, tetapi Joseph Stiglitz, Francis Fukuyama. Baru bisa makmur,” ungkapnya.

    Mantan Kepala Bapennas ini memberi contoh Norwegia. Negara itu makmur dengan 70 persen kekuatan ekonomi di tangan pemerintah. Demikian pula dengan Singapura. Negara dengan wilayah yang sangat kecil ini bisa makmur karena pada awalnya dipimpin oleh Lee Kuan Yew dengan cara diktaktor. Pemerintah Singapura, kata Kwik, saat itu membentuk dua buah holding, yaitu Temasek dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation).

    “Saya usulkan, mungkin MUI yang mampu, pilih pemimpin, orang yang sangat dihargai rakyat. Tidak ada jalan lain kecuali jalan ekstrem, kudeta. Ini jalan yang murah,” saran Kwik.

    Kwik mengaku prihatin dengan kondisi kepemimpinan sekarang. Dengan sistem pemilihan secara langsung, Presiden, DPR, Gubernur, Bupati dan Wali Kota semua dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga, hanya para menteri saja yang dipilih oleh Presiden.

    “Akibatnya ada Gubernur, Bupati yang tidak menurut pada presiden. Karena merasa sama-sama dipilih oleh rakyat. Ini anarkhi atau chaos namanya,” kata politisi senior PDI-P ini.

    Selain pengambilalihan kepemimpinan, Kwik juga menyarankan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Dia mengaku sudah membaca sejarah konstitusi Indonesia yang pertama kali dibuat itu.

    “Ini yang buat bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang terpandai di zamannya. Ini sekarang dilecehkan sampai empat kali diamandemen. Semua harus dikembalikan (ke UUD 1945 asli, red),” tandasnya.

    http://www.repelita.com/perbaiki-bangsa-kwik-sarankan-kudeta-dan-kembali-ke-uud-1945-asli/

    - - - Updated - - -



    Perbaiki Bangsa, Kwik Sarankan Kudeta dan Kembali ke UUD 1945 Asli

    Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, yang disebut semakin liberal dan makin jauh dari UUD 1945, menurut Kwik Kian Gie harus dilakukan perubahan sistem dan pemimpinnya.

    Sistem kepemimpinan, kata mantan Menko EKUIN itu, tidak bisa dipilih secara langsung oleh rakyat. Dia beralasan tidak mungkin rakyat yang pendidikannya mayoritas masih rendah diharapkan dapat memilih pemimpin yang berkualitas. Fakta yang terjadi, justru ada jual beli suara dalam pemilihan pemimpin.

    “Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Tadi ada yang menyebut coup (kudeta, red), tapi apa ya tentara mau?”, kata Kwik Kian Gie dalam diskusi seputar arah kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan UUD 1945 di Kantor MUI Pusat, Selasa sore (17/05/2016).



    Termasuk sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi bangsa, kata Kwik, harus menggunakan gaya kepemimpinan “diktaktorial.” Sumber ekonomi dan badan usaha harus dikendalikan negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing.

    “Tidak bisa selain itu. Ini bukan saya yang ngomong, tetapi Joseph Stiglitz, Francis Fukuyama. Baru bisa makmur,” ungkapnya.

    Mantan Kepala Bapennas ini memberi contoh Norwegia. Negara itu makmur dengan 70 persen kekuatan ekonomi di tangan pemerintah. Demikian pula dengan Singapura. Negara dengan wilayah yang sangat kecil ini bisa makmur karena pada awalnya dipimpin oleh Lee Kuan Yew dengan cara diktaktor. Pemerintah Singapura, kata Kwik, saat itu membentuk dua buah holding, yaitu Temasek dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation).

    “Saya usulkan, mungkin MUI yang mampu, pilih pemimpin, orang yang sangat dihargai rakyat. Tidak ada jalan lain kecuali jalan ekstrem, kudeta. Ini jalan yang murah,” saran Kwik.

    Kwik mengaku prihatin dengan kondisi kepemimpinan sekarang. Dengan sistem pemilihan secara langsung, Presiden, DPR, Gubernur, Bupati dan Wali Kota semua dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga, hanya para menteri saja yang dipilih oleh Presiden.

    “Akibatnya ada Gubernur, Bupati yang tidak menurut pada presiden. Karena merasa sama-sama dipilih oleh rakyat. Ini anarkhi atau chaos namanya,” kata politisi senior PDI-P ini.

    Selain pengambilalihan kepemimpinan, Kwik juga menyarankan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Dia mengaku sudah membaca sejarah konstitusi Indonesia yang pertama kali dibuat itu.

    “Ini yang buat bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang terpandai di zamannya. Ini sekarang dilecehkan sampai empat kali diamandemen. Semua harus dikembalikan (ke UUD 1945 asli, red),” tandasnya.

    http://www.repelita.com/perbaiki-bangsa-kwik-sarankan-kudeta-dan-kembali-ke-uud-1945-asli/

    - - - Updated - - -



    Perbaiki Bangsa, Kwik Sarankan Kudeta dan Kembali ke UUD 1945 Asli

    Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, yang disebut semakin liberal dan makin jauh dari UUD 1945, menurut Kwik Kian Gie harus dilakukan perubahan sistem dan pemimpinnya.

    Sistem kepemimpinan, kata mantan Menko EKUIN itu, tidak bisa dipilih secara langsung oleh rakyat. Dia beralasan tidak mungkin rakyat yang pendidikannya mayoritas masih rendah diharapkan dapat memilih pemimpin yang berkualitas. Fakta yang terjadi, justru ada jual beli suara dalam pemilihan pemimpin.

    “Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Tadi ada yang menyebut coup (kudeta, red), tapi apa ya tentara mau?”, kata Kwik Kian Gie dalam diskusi seputar arah kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan UUD 1945 di Kantor MUI Pusat, Selasa sore (17/05/2016).



    Termasuk sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi bangsa, kata Kwik, harus menggunakan gaya kepemimpinan “diktaktorial.” Sumber ekonomi dan badan usaha harus dikendalikan negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing.

    “Tidak bisa selain itu. Ini bukan saya yang ngomong, tetapi Joseph Stiglitz, Francis Fukuyama. Baru bisa makmur,” ungkapnya.

    Mantan Kepala Bapennas ini memberi contoh Norwegia. Negara itu makmur dengan 70 persen kekuatan ekonomi di tangan pemerintah. Demikian pula dengan Singapura. Negara dengan wilayah yang sangat kecil ini bisa makmur karena pada awalnya dipimpin oleh Lee Kuan Yew dengan cara diktaktor. Pemerintah Singapura, kata Kwik, saat itu membentuk dua buah holding, yaitu Temasek dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation).

    “Saya usulkan, mungkin MUI yang mampu, pilih pemimpin, orang yang sangat dihargai rakyat. Tidak ada jalan lain kecuali jalan ekstrem, kudeta. Ini jalan yang murah,” saran Kwik.

    Kwik mengaku prihatin dengan kondisi kepemimpinan sekarang. Dengan sistem pemilihan secara langsung, Presiden, DPR, Gubernur, Bupati dan Wali Kota semua dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga, hanya para menteri saja yang dipilih oleh Presiden.

    “Akibatnya ada Gubernur, Bupati yang tidak menurut pada presiden. Karena merasa sama-sama dipilih oleh rakyat. Ini anarkhi atau chaos namanya,” kata politisi senior PDI-P ini.

    Selain pengambilalihan kepemimpinan, Kwik juga menyarankan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Dia mengaku sudah membaca sejarah konstitusi Indonesia yang pertama kali dibuat itu.

    “Ini yang buat bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang terpandai di zamannya. Ini sekarang dilecehkan sampai empat kali diamandemen. Semua harus dikembalikan (ke UUD 1945 asli, red),” tandasnya.

    http://www.repelita.com/perbaiki-bangsa-kwik-sarankan-kudeta-dan-kembali-ke-uud-1945-asli/

    - - - Updated - - -



    Perbaiki Bangsa, Kwik Sarankan Kudeta dan Kembali ke UUD 1945 Asli

    Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, yang disebut semakin liberal dan makin jauh dari UUD 1945, menurut Kwik Kian Gie harus dilakukan perubahan sistem dan pemimpinnya.

    Sistem kepemimpinan, kata mantan Menko EKUIN itu, tidak bisa dipilih secara langsung oleh rakyat. Dia beralasan tidak mungkin rakyat yang pendidikannya mayoritas masih rendah diharapkan dapat memilih pemimpin yang berkualitas. Fakta yang terjadi, justru ada jual beli suara dalam pemilihan pemimpin.

    “Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?. Tadi ada yang menyebut coup (kudeta, red), tapi apa ya tentara mau?”, kata Kwik Kian Gie dalam diskusi seputar arah kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan UUD 1945 di Kantor MUI Pusat, Selasa sore (17/05/2016).



    Termasuk sebagai salah satu cara untuk memperbaiki kondisi bangsa, kata Kwik, harus menggunakan gaya kepemimpinan “diktaktorial.” Sumber ekonomi dan badan usaha harus dikendalikan negara, tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing.

    “Tidak bisa selain itu. Ini bukan saya yang ngomong, tetapi Joseph Stiglitz, Francis Fukuyama. Baru bisa makmur,” ungkapnya.

    Mantan Kepala Bapennas ini memberi contoh Norwegia. Negara itu makmur dengan 70 persen kekuatan ekonomi di tangan pemerintah. Demikian pula dengan Singapura. Negara dengan wilayah yang sangat kecil ini bisa makmur karena pada awalnya dipimpin oleh Lee Kuan Yew dengan cara diktaktor. Pemerintah Singapura, kata Kwik, saat itu membentuk dua buah holding, yaitu Temasek dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation).

    “Saya usulkan, mungkin MUI yang mampu, pilih pemimpin, orang yang sangat dihargai rakyat. Tidak ada jalan lain kecuali jalan ekstrem, kudeta. Ini jalan yang murah,” saran Kwik.

    Kwik mengaku prihatin dengan kondisi kepemimpinan sekarang. Dengan sistem pemilihan secara langsung, Presiden, DPR, Gubernur, Bupati dan Wali Kota semua dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga, hanya para menteri saja yang dipilih oleh Presiden.

    “Akibatnya ada Gubernur, Bupati yang tidak menurut pada presiden. Karena merasa sama-sama dipilih oleh rakyat. Ini anarkhi atau chaos namanya,” kata politisi senior PDI-P ini.

    Selain pengambilalihan kepemimpinan, Kwik juga menyarankan untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Dia mengaku sudah membaca sejarah konstitusi Indonesia yang pertama kali dibuat itu.

    “Ini yang buat bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang terpandai di zamannya. Ini sekarang dilecehkan sampai empat kali diamandemen. Semua harus dikembalikan (ke UUD 1945 asli, red),” tandasnya.

    http://www.repelita.com/perbaiki-bangsa-kwik-sarankan-kudeta-dan-kembali-ke-uud-1945-asli/
    Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
    http://users6.nofeehost.com/alquranonline/AlQuran.asp

  4. #144
    myQ Pejuang
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Posts
    4,763
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Up dulu yaa.......................
    Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
    http://users6.nofeehost.com/alquranonline/AlQuran.asp

  5. #145
    myQ Pejuang
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Posts
    4,763
    Thanks
    1
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Prabowo-Gatot Pasangan Ideal Untuk Pimpin Indonesia . Setuju atau Tidak ??



    Jakarta, HanTer - Belakangan ini nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo disebut tepat untuk disandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Keduanya dinilai mampu menandingi Joko Widodo (Jokowi) jika kembali mencalonkan diri. Banyak pihak berharap agar Prabowo - Gatot benar-benar maju untuk merubah Indonesia menjadi semakin baik.

    "Jika pertimbangannya memperkuat kembali pemerintah yang efektif, stabil dan nasionalisme ekonomi dan politik, maka Prabowo dan Gatot Nurmantyo adalah pilihan terbaik saat ini," kata peneliti Institute For Strategic and Development Studies (ISDS), M. Aminudin kepada Harian Terbit, Minggu (18/6/2017).



    Menurutnya, antara Prabowo dan Gatot memiliki prestasi terbaik di Indonesia. Tidak heran keduanya lolos dari seleksi kepempimpinan TNI yang merupakan organisasi paling solid, modern, dan paling nasionaslis di Indonesia.

    Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga memiliki karakter yang heroik meledak-ledak seperti Soekarno. Sementara Gatot adalah sosok yang cenderung tenang dan ilmiah seperti Mohamat Hatta, yang juga proklamator. "Keduanya bisa saling melengkapi atas kekurangan yang dimiliki masing-masing," jelasnya.

    Terkait Prabowo dan Gatot dari Jawa sehingga dipastikan bakal mendapatkan penolakan, Aminudin menegaskan, semua harusnya faham untuk tidak menolak orang alasan primordial. Apalagi Indonesia merupakan negara yang berdiri dengan landasan kebangsaan atau nation state. Sehingga ukuran orang untuk diterima atau tidak adalah prestasi.

    "Tapi saya yakin Jenderal Gatot adalah seorang Jenderal yang taat azas yang loyal pada pemerintah yang sah sehingga dia saat ini akan fokus selesaikan amanah sebagai Panglima TNI seperti yang sering katakannya," jelasnya.

    Lebih lanjut Aminudin mengatakan, para petinggi militer TNI saat ini hampir semuanya lulusan lembaga-lembaga pendidikan seperti AMN AKABRI yang selalu menanamkan nilai-nilai demokrasi dan ketaatan pada konsitusi. Sehingga dimana alasannya jika keduanya terpilih akan bersikap otoriter. Contohnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) walaupun berlatar belakang militer tapi tak ada penangkapan sejumlah posisi.

    "Orang beroposisi seperti Sri Bintang Pamungkas, Rahmawati, dan sebagainya "diculik" oleh aparat justru di era Jokowi yang sipil," jelasnya.

    Calon Kuat

    Sementara itu Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Gatot Nurmantyo merupakan calon alternatif capres kuat yang bisa diusung dalam Pilpres 2019. Ada tiga hal yang harus dipenuhi Gatot sebelum menjadi calon yang diperhitungkan. Pertama, Gatot harus memiliki partai pengusung untuk maju.

    Kedua, harus ada modal finansial yang menjadi amunisi dalam bertarung. Ketiga, (citra) prestasi dia selama menjabat. Jika tiga hal itu terpenuhi, maka Gatot bisa menjadi antitesis dari Presiden Jokowi. Apalagi jika Gatot dipasangkan dengan Prabowo Subianto yang sudah digadang-gadangkan para netizen. Pasangan luar biasa yang bikin panik pasangan lawan, terlebih lagi partai PDIP yang mulai rontok setelah jagoannya bertumbangan di Pilkada.

    "Saya kira Gatot bisa diperhitungkan. Saya kira bisa menjadi lawan tanding yang seimbang sebagai sang penantang Jokowi," pungkasnya.

    Terpisah, pengamat politik dari Point' Indonesia (PI) Karel Susetyo justru mempertanyakan apa alasan Prabowo - Gatot adalah pasangan ideal. Karena keduanya sama-sama dari Jawa dan militer. Selain itu keduanya juga sama-sama mengandalkan pemilih Islam yang berkarakter keras. Sehingga ceruk pasar pemilihnya ada pada segmen yang sama.

    "Keduanya belum bisa dijadikan lawan kuat bagi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang," ujar Karel.

    Karel menutupkan, bukti Prabowo - Gatot bukan pasangan ideal bisa dilihat dari trend survei beberapa lembaga yang juga belum ada penilaian keduanya. Oleh karena itu Prabowo - Gatot harus bekerja terus untuk meningkatkan elektabilitasnya. Khusus untuk Gatot, sebaiknya jika mau maju maka harus mundur dari jabatannya sebagai Panglima TNI.

    http://nasional.harianterbit.com/nas...mpin-Indonesia
    Al-Qur'an Online+Tafsir+Asb-Nuzul
    http://users6.nofeehost.com/alquranonline/AlQuran.asp

Page 15 of 15 DepanDepan ... 5131415

Similar Threads

  1. Ketaatan kepada pemimpin fuqaha di atas pemimpin lainnya
    By ZonJonggol in forum Dunia Dakwah Islam
    Replies: 0
    Postingan Akhir: 24-10-2013, 07:35
  2. Replies: 90
    Postingan Akhir: 25-07-2009, 17:54
  3. Kebaikan Pemimpin-pemimpin Negara Kita
    By nadwahfathon in forum OBrolan ummAT (OBAT)
    Replies: 5
    Postingan Akhir: 24-09-2007, 11:25

Bookmarks

Hak Akses Postingan

  • Kamu tidak boleh membuat thread baru
  • Kamu tidak boleh membalas postingan
  • Kamu tidak boleh kirim lampiran
  • Kamu tidak boleh mengedit postinganmu
  •