User Tag List

Page 3 of 3 DepanDepan 123
Results 21 to 26 of 26

Thread: Tafsir Alquran Modern

  1. #21
    myQ Pro-Aktif dade's Avatar
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Lokasi
    bEkasi
    Umur
    40
    Posts
    716
    Thanks
    0
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Pertanggungan jawab Dosa

    Maka yang dimaksud dalam ayat suci tadi ialah bahwa Allah tidak ditanyai tentang dosa-dosa orang kafir, sedangkan orang-orang kafir pasti ditanyai tentang dosanya untuk pertanggung jawaban konkrit.
    "laa yus-al" yang berarti "DIA tidak ditanyai" .

    قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُ ۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِىٓ*ۚ أَ
    وَلَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ
    مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةً۬ وَأَڪۡثَرُ جَمۡعً۬ا*ۚ وَلَا يُسۡـَٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ

    28/78. Dia berkata, "bahwasanya harta itu diberikan padaku atas ilmu yang ada padaku".
    Tidakkah dia ketahui bahwa Allah sungguh telah membinasakan sebelumnya generasi-generasi
    yang lebih kuat dari padanya dan lebih banyak kumpulannya, dan tidaklah DIA ditanyai
    tentang dosa-dosa orang-orang berdosa.




    Kedua ayat suci ini menjelaskan bahwa Bumi ini telah diciptakan pertama kali waktu mana kutub utara Bumi berada di Makkah kini dan selatannya di Kepulauan Berbahaya Pasifik. Pengulangan ciptaan itu dilaksanakan sewaktu topan di zaman Nabi Nuah dengan merobah peta permukaan Bumi jadi berpulau-pulau dan perpindahan kutub utara ke Arktik dan selatan Antartik kini. Perwujudan terakhir tanpa robah akan dilakukan Allah pada Hari Kiamat nanti sebagai ciptaan terakhir.

    أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ ڪَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۥۤ*ۚ إِنَّ ذَٲلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ۬
    29/19. Tidakkah mereka perhatikan betapa Allah memulai ciptaan itu, kemudian mengulanginya ?
    Bahwa yang demikian mudah saja bagi Allah.


    قُلۡ سِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ ڪَيۡفَ
    بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَ*ۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأَخِرَةَ*ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬

    29/20. Katakanlah, "berjalanlah di Bumi ini lalu perhatikanlah betapa Allah
    telah memulai ciptaan itu, kemudian Allah akan mewujudkan perwujudan terakhir
    bahwa Allah menentukan tiap sesuatu (di Akhirat).




    a. Istilah "bada-a" ada yang mengartikannya "menjadikan" padahal mestinya "memulai". Untuk ini perhatikanlah istilah yang sama pada ayat 7/29, 9/13, 10/34, 12/76, 21/104, 27/64, 30/11, dan 32/7.

    b. Istilah "qadiir" berarti "yang menentukan" ada yang memberi makna "berkuasa", padahal istilah itu berasal dari “qadara" tercantum dalam ayat 5/34, 6/91, 13/26, 14/18, 22/74, 29/62, 42,12, 57/29, 65/7, 89/16 dan 90/5. Di samping itu istilah "qadaru" harus berarti "ketentuan" seperti tercantum pada ayat 2/236, 13/17, 15/21, 20/40, 23/18, 33/38, 42/27, 43/11, 54/49 dan 77/22. Karenanya istilah "qadiir" haruslah berarti "yang menentukan" seperti yang tercantum pada ayat 6/37, 6/65, 10/24, 17/99, 23/18, 23/95, 36/81, 46/33, 70/40 dan lain-lainnya.

    Adakah perbedaan arti "berkuasa" dari "yang menentukan" ? Jawabnya: Ada. Berkuasa berarti memiliki sesuatu dan dapat berbuat atas sesuatu itu, sedangkan "yang menentukan" berarti mewujudkan dari tiada kepada ada, menguasai yang diwujudkan itu, merencanakan sebab akibat yang berlaku pada wujud itu, dan tiada seorang lainpun dapat memiliki wujud itu apalagi untuk merobah dan mengendalikannya.

    c. Istilah "nasy-atu" berarti "perwujudan" berasal dari "ansya-a" sebagai termaktub dalam ayat 6/6, 6/98, 6/133, 6/141, 11/61, 13/12, 21/12, 23/14, 23/19, 23/42, 28/45, 36/79, 53/32, 56/35, 56/61, 56/72 dan 67/23. Maka yang terkandung pada ayat 29/20 di atas tadi ialah "Kemudian Allah akan mewujudkan perwujudan terakhir" tetapi ada yang menuliskan "Kemudian Allah mengadakan ciptaan kedua" yang sangat berbeda dari kandungan ayat suci.



    NABI IBRAHIM

    Peristiwa yang berlaku Ibrahim waktu itu ialah seketika dia mendapat tantangan dari kaum kafir, maka dia dijatuhi hukuman mati dengan membakarnya dalam api besar. Tetapi Allah telah menjanjikan keselamatan atasnya dan akan mengangkatkannya dari api untuk mi'raj ke planet-planet lain yang mengorbit di atas orbit Bumi. Hal itu telah diketahui oleh Ibrahim lalu dikatakannya bahwa dia akan hijrah kepada Allah. Dan pada ayat 37/99 dikatakannya bahwa dia akan pergi kepada Allah. Kemudian setelah api dihidupkan, Allah memerintahkan kepada api agar jadi dingin dan keselamatan atas Ibrahim. Perintah itu terlaksana secara logis, bahwa Ibrahim diangkatkan jauh-jauh sementara api membakar habis semua kayu unggun dan orang tidak pernah melihat Nabi Besar itu keluar dari api. Mi'raj Ibrahim yang ditentukan Allah itu terdapat ketegasannya pada ayat 6/75. Karenanya Ibrahim adalah Imam bagi manusia, uswah hasanah sebagai Muhammad. Perhatikan maksud ayat 2/124, 33/21 dan 60/4.



    فَـَٔامَنَ لَهُ ۥ لُوطٌ۬*ۘ وَقَالَ إِنِّى مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّىٓ*ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
    29/26. Maka Luth beriman padanya, dan dia (Ibrahim) berkata, "bahwa aku hijrah
    kepada Tuhanku, bahwa DIA kuasa bijaksana.


    a. "muhaajiru" seharusnya berarti yang “hijrah" .

    b. "ilaa Rabbii" seharusnya berarti "kepada Tuhanku" .



    NABI LUTH

    Pada zaman Nabi Luth berlaku kekejian umum yang sangat terkutuk, bahwa waktu itu masyarakat menganggap homosex sebagai perbuatan biasa begitupun lesbian pada mana isteri Nabi itu sendiri ikut mengambil bahagian. Perbuatan demikian harus mendapat siksaan besar di dunia kini agar tidak berkembang luas, karena ummat waktu itu bertindak meniadakan kelahiran generasi sebagai manusia penerus. Dalam Alquran kekejian demikian dimaksudkan "memutus garis hukum" tetapi ada yang menulis "menyamun di jalan raya" :

    أَٮِٕنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ
    وَتَقۡطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأۡتُونَ فِى نَادِيكُمُ ٱلۡمُنڪَرَ*ۖ فَمَا
    كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦۤ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن ڪُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

    29/29. "Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki dan kamu memutuskan
    garis hukum dan kamu mendatangkan yang dibenci pada jiranmu". Maka tiadalah
    jawaban kaumnya kecuali mereka katakan, "datangkanlah siksaan Allah itu
    jika engkau orang benar".




    Kesalahan dalam menterjemahkan ayat suci ini mungkin ;

    a. Disebabkan kurang memahami apa yang kejadian pada zaman Luth menurut sesungguhnya tercantum dalam Alquran.

    b. Disebabkan salah memahami istilah "sabiil" yang berarti "garis hukum" dengan memberi makna "jalan". Hingga semua "sabiilillah" yang terkandung dalam Alquran diartikan dengan "jalan Allah" padahal maknanya ialah "garis hukum Allah". Untuk itu lihatlah ayat 2/154, 2/190, 2/246, 2/261, 4/76, 4/100, 4/160, 4/167, 5/54, 6/116, 7/45, 9/38, 9/41, 9/60, 9/81, 9/111, 9/120, 16/84, 22/9, 22/25, 22/58, 38/26, 47/1, 47/4, 47/32, 47/34, 47/38, 49/15, 57/10, 58/16, 61/4, 61/11, 73/13, 73/20 dan 76/13.

    Sementara itu, untuk makna "jalan", Alquran memberikan istilah "thariiq" dalam ayat 4/168, 20/63, 20/77, 72/16, dan yang sehubungan dengannya pada ayat 86/1, 20/104, 46/30, 23/17 dan 72/11.
    Terakhir diperbarui oleh dade; 02-12-2014 pada 08:52.
    ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

  2. #22
    myQ Pro-Aktif dade's Avatar
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Lokasi
    bEkasi
    Umur
    40
    Posts
    716
    Thanks
    0
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    NABI NUAH

    Bahwa manusia sebelum topan di zaman Nuah telah mencapai peradaban tinggi, disebutkan dalam ayat 34/45 JO. 40/82, Nabi Nuah tersebab umurnya yang sudah sangat tua ditambah dengan kehilangan anak bini maka kemudian itu menjadi pikun tak mengetahui apa-apa untuk jadi nenek manusia yang kini sudah berkembang biak. Hal ini dinyatakan dalam ayat 11/46.

    أَوَلَمۡ يَسِيرُواْ فِى
    ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ
    كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ*ۚ
    ڪَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنۡہُمۡ قُوَّةً۬ وَأَثَارُواْ ٱلۡأَرۡضَ
    وَعَمَرُوهَآ أَڪۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم
    بِٱلۡبَيِّنَـٰتِ*ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَـٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ يَظۡلِمُونَ

    30/9. Tidakkah mereka berjalan di Bumi ini lalu memperhatikan betapa akibat
    orang-orang yang sebelum mereka ? Orang-orang (sebelum topan Nuah) itu sangat
    banyak memiliki kekuatan dan meninggalkan bekas serta meramaikan Bumi ini, lebih
    banyak daripada mereka (kini) meramaikannya, dan telah datang pada
    orang-orang dulu itu Rasul-rasul dengan keterangan-keterangan.
    Maka tidaklah Allah menzalimi orang-orang itu, akan tetapi
    merekalah yang menzalimi diri sendiri.




    Ada yang menyatakan bahwa orang-orang dulu unggul dalam kekuatan menggarap tanah serta menanaminya karena tak mengetahui zaman hidup masyarakat yang diterangkan itu, padahal sebenarnya orang-orag dulu sebelum topan Nuah lebih banyak jumlahnya, lebih banyak meninggalkan bekas yang setengahnya kini didapat orang tanpa menyadari bagaimana cara membikin serta bila waktunya dibikin, terbukti dengan keadaan Piramid dan spinx batu di Mesir. Semua itu membuktikan kekuatan dan ketinggian peradaban orang-orang sebelum topan Nuah. Bukanlah mereka hanya unggul dalam kekuatan menggarap tanah dan menanaminya sebagai yang dikatakan.



    Bahan Manusia dibuat

    "naslu" dan "thiin" yang seharusnya berarti "benih" dan "meteor" tetapi ada yang memberinya makna "ternak" dan "tanah".

    ٱلَّذِىٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَىۡءٍ خَلَقَهُ ۥ*ۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَـٰنِ مِن طِينٍ۬
    32/7. Yaitu yang membaikkan tiap sesuatu yang DIA ciptakan,
    dan DIA mulai penciptaan manusia dari meteor.


    ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُ ۥ مِن سُلَـٰلَةٍ۬ مِّن مَّآءٍ۬ مَّهِينٍ۬
    32/8. Kemudian DIA jadikan benihnya dari perkembangan dari air yang hina.

    وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى ٱلۡأَرۡضِ
    لِيُفۡسِدَ فِيهَا وَيُهۡلِكَ ٱلۡحَرۡثَ وَٱلنَّسۡلَ*ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَسَادَ

    2/205. Dan ketika dia berpaling, dia berusaha di Bumi untuk merusak
    padanya membinasakan ladang dan benih (manusia), dan
    Allah tldak menyukai kerusakan.



    a. Istilah "thinn" banyak terdapat dalam ayat-ayat Alquran seperti pada ayat 3/49, 5/110, 6/2, 7/12, 23/12, 28/38, 32/7, 37/11, 38/71, 38/76 dan 51/33. Pada semua ayat suci itu, istilah tersebut haruslah berarti "meteor", bukan tanah atau tanah liat.

    Tetapi apakah meteor itu ? Meteor ialah batu-batu yang melayang di angkasa bebas, sering berjatuhan di permukaan Bumi atau juga yang menyebabkan permukaan Bulan jadi bopeng. Pada mulanya semua meteor itu berasal dari planet terpecah antara Mars dan Jupiter, di daerah mana sampai kini telah diketahui ada 30.000 planetoids atau meteor-meteor besar yang masih mengorbit keliling Surya. Jadi semua meteor adalah pecahan planet yang juga terdiri dari tanah seperti yang ada di Bumi ini. Namun meteor itu bukan lagi tanah tetapi telah berobah nama berupa batu-batu melayang di angkasa bebas, kelihatan bersinar tersebab geseran (friction) dengan molekul udara sewaktu memasuki atmosfir Bumi.

    Seterusnya, yang jadi bukti bahwa "thiin" adalah meteor, perhatikanlah maksud firman Allah di bawah ini :

    قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٍ۬ مُّجۡرِمِينَ
    51/32. Malekat itu berkata, "bahwa kami diutus kepada kaum berdosa.

    نُرۡسِلَ عَلَيۡہِمۡ حِجَارَةً۬ مِّن طِينٍ۬
    51/33. Agar Kami kirim atas mereka batu-batu dari meteor.



    Dengan ayat-ayat suci di atas jelaslah bahwa "thiin" adalah meteor yang dijatuhkan dari angkasa untuk membinasakan kaum berdosa di zaman Nabi Luth.

    Bukanlah istilah itu berarti tanah atau tanah liat sebagai yang dikatakan untuk menghukum bangsa berdosa.

    Sementara itu ada pula istilah lain yang diartikan orang dengan tanah yaitu "turaab". Yang sebenarnya istilah ini bukanlah berarti tanah tetapi "sari-sari tanah", yang bertumbuh jadi bahan makanan kemudian dilahap manusia dalam hidupnya. Turaab itulah yang dikatakan asal kejadian setiap manusia yaitu sari-sari tanah yang melalui makanan dan pencernaan.

    b. Istilah "naslu" sebenarnya berarti "benih" manusia sebagaimana tercantum pada ayat 32/8, tetapi ada yang dalam menterjemahkan ayat 2/205 dituliskannya "ternak". Naslu inilah yang ditimbulkan oleh sari-sari tanah yang kemudian menjelma jadi bayi dalam rahim perempuan yang bersuami.

    Allah sangat marah terhadap orang-orang yang merusak naslunya dan hal ini sehubungan dengan maksud ayat 5/87, 6/140, 6/151, 10/59 jo 17/31.

    Sementara itu dalam ayat 2/205 tadi disebutkan ladang atau "harsu" di samping naslu, maka ladang di sini ialah "isteri" yang mungkin Menghamilkan sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 2/223. Tegasnya ialah: isterimu adalah ladang bagimu maka datangilah ladangmu itu ...............



    Dalam ayat suci ini Allah menyuruh menanyakan : "Apakah kami atau kamu ?" sebagai bahan pemukul bagi perasaan orang-orang yang masih mengingkari ajaran Islam.

    قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ
    وَٱلۡأَرۡضِۖ قُلِ ٱللَّهُۖ وَإِنَّآ أَوۡ إِيَّاڪُمۡ لَعَلَىٰ هُدًى أَوۡ فِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ۬

    34/24 Katakanlah, "siapakah yang memberimu rezki dari planet-planet dan
    dari Bumi ini ?" Katakanlah, "Allah". Apakah kami ataukah kamu yang ada atas
    pertunjuk atau dalam kesesatan nyata ?"



    Padahal dikatakan bahwa manusia seluruhnya selalu dalam keadaan melarat tentang mana Allah kaya terpuji karena senantiasa memberikan kurniaNya.
    Dan kepada-NYA saja puja-puji harus dihadapkan.

    يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِىُّ ٱلۡحَمِيدُ
    35/15. Wahai manusia, kamu adalah melarat kepada Allah, dan Allah itu kaya terpuji.




    a. Istilah "nakiir" artinya "orang-orang yang menantang". Sementara itu pada ayat 22/44 diartikannya "besar kebencianKu: pada ayat 34/45 "besar penyesalanKu": pada ayat 42/47 diartikannya "mungkir": dan pada ayat 67/18 dengan "penolakanKu".

    Ketidak-samaan makna sesuatu istilah demikian tentunya mengurangkan nilai Alquran dalam pandangan para pembaca.

    b. Bahwa orang-orang kafir akan masuk neraka sesudah mereka menemui maut.

    ثُمَّ أَخَذۡتُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۖ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ
    35/26. Kemudian AKU ambil orang-orang kafir, maka betapa
    adanya orang yang menantang itu ?


    وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقۡضَىٰ
    عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ كَذَٲلِكَ نَجۡزِى كُلَّ ڪَفُورٍ۬

    35/36. Dan orang-orang kafir, untuk mereka adalah api jahannam, tidak
    dilaksanaan atas mereka (siksa itu) hingga mereka mati, dan tidak diringankan
    dari mereka siksaannya. Demikianlah Kami balasi setiap yang jadi kafir.




    "salaam" ialah keselamatan dalam kehidupan yang penuh ujian di dunia, keselamatan dalam kehidupan tanpa ujian di Akhirat, dan keselamatan dari berbagai marabahaya, fatamorgana, keserakahan dan panggilan setan.

    Sedang "kedamaian" dalam Alquran disebut "tawfiiqu"

    سَلَـٰمٌ۬ قَوۡلاً۬ مِّن رَّبٍّ۬ رَّحِيمٍ۬
    36/58. "Salaam" yaitu perkataan dari Tuhan yang pengasih.

    وَٱمۡتَـٰزُواْ ٱلۡيَوۡمَ أَيُّہَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ
    36/59. Dan berpisahlah Hari ini wahai orang-orang berdosa".
    ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

  3. #23
    myQ Pro-Aktif dade's Avatar
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Lokasi
    bEkasi
    Umur
    40
    Posts
    716
    Thanks
    0
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Nabi Sulaiman

    Nabi Sulaiman memacung Kuda


    Ayat-ayat suci ini memperlihatkan sikap keras Sulaiman dalam mencintai Allah.
    Dia tak mau disogok dengan keindahan dunia yang mungkin melalaikannya terhadap hukum Allah.
    Kuda-kuda itu dibunuhnya di depan umum karena binatang demikian takkan merobah pendiriannya begitupun harta-benda melimpah ruah yang memang dimilikinya. Kecintaan pada Allah adalah di atas segalagalanya.


    إِذۡ عُرِضَ عَلَيۡهِ بِٱلۡعَشِىِّ ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ ٱلۡجِيَادُ
    38/31. Ketika diunjukkan padanya kuda-kuda terlatih yang gombang pada suatu malam.

    فَقَالَ إِنِّىٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ
    38/32. Dia katakan, "bahwa aku mencintai hal memikirkan Tuhanku dengan kecintaan yang baik",
    hingga kuda-kuda itu kemudian tersembunyi pada suatu batas.


    رُدُّوهَا عَلَىَّ*ۖ فَطَفِقَ مَسۡحَۢا بِٱلسُّوقِ وَٱلۡأَعۡنَاقِ
    38/33. (Sulaiman berkata) "Kembalikanlah kuda-kuda itu".
    Lalu mulailah dia memancung kaki dan lehernya.

    ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

  4. #24
    myQ Pro-Aktif dade's Avatar
    Tanggal Bergabung
    Apr 2006
    Lokasi
    bEkasi
    Umur
    40
    Posts
    716
    Thanks
    0
    Thanked 2 Times in 2 Posts
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Ibrahim mengorbankan Ismail, anak sulungnya,

    Ibrahim sewaktu bersedia mengorbankan Ismail, anak sulungnya, atas perintah ujian dari Allah.


    a. Pada ayat 37/101 itu menyatakan bahwa Allah menggembirakan Ibrahim dengan anak yang belum lahir ke dunia. Bukan mengandung pengertian bahwa Allah memberi kabar gembira kepada Ibrahim tentang seorang anak yang sudah lahir.

    b. Pada ayat-ayat suci itu menerangkan bahwa mulanya Ibrahim digembirakan untuk beroleh Ismail sebagai anak sulung yang kemudian hendak dikorbankan, seterusnya digembirakan lagi dengan beroleh anak bernama Ishak sebagai anak kedua yang diangkat jadi Nabi.

    فَبَشَّرۡنَـٰهُ بِغُلَـٰمٍ حَلِيمٍ۬
    37/101. Lalu Kami gembirakan dia dengan anak yang penyantun.

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ
    ٱلسَّعۡىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ
    فِى ٱلۡمَنَامِ أَنِّىٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰ*ۚ
    قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ*ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

    37/102. Maka ketika telah sampai waktu untuk dia berusaha bersama
    untuknya (Ismail), dia katakan "wahai anakku, bahwa aku melihat dalam
    tidurku bahwa aku menyembelihmu. Perhatikanlah, apakah pendapatmu ?"
    Ismail berkata, "wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan itu,
    akan ayahanda dapati aku, Insya Allah,
    termasuk orang-orang yang tabah".


    وَبَشَّرۡنَـٰهُ بِإِسۡحَـٰقَ نَبِيًّ۬ا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
    37/112. Dan Kami gembirakan dia dengan Ishak
    selaku Nabi yang termasuk orang-orang shaleh.



    Doa Ibrahim kepada Allah setelah memperoleh anak yang bernama Ismail dan kemudiannya Ishak :

    ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى
    وَهَبَ لِى عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَـٰعِيلَ وَإِسۡحَـٰقَ*ۚ إِنَّ رَبِّى لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

    14/39. "Puja-puji kepunyaan Allah yang menganugerahkan padaku Ismail
    dan Ishak waktu tuaku, bahwa Tuhanku mendengar seruanku".

    ALLAH, Puja.puji untukNYA. DIAlah yang awal dan yang akhir tanpa serikat, tidak dilahirkan dan tidak beranak, malah DIA tujuan samadi. Tiada bandingan

  5. #25
    myQ Newbie
    Tanggal Bergabung
    Jan 2017
    Posts
    23
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    sekilas Info Qs 40:73 kemudian dikatakan kepada mereka: "Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan, 74 (yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. 75 Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). 76 (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong".

    Qs 13:5 Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

    Qs 9:68 Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

    Qs 5:9 (5:8) Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Qs 5:3 (5:2) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian( mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

    Qs 10:27 Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

    Qs 2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

    Qs 23:101 Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. 102 Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. 103 Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

    Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,13:5 0lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

    Mat 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

  6. #26
    myQ Newbie
    Tanggal Bergabung
    Mar 2017
    Lokasi
    Bandung
    Posts
    3
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Nice share Kang...

    Kunjungan baliknya ditunggu yah..

    Hipnoterapi Bandung

Page 3 of 3 DepanDepan 123

Similar Threads

  1. hijab is modern
    By servodaeman in forum Hukum dan Dunia Politik
    Replies: 0
    Postingan Akhir: 03-06-2012, 02:23
  2. PERANG SALIB MODERN
    By menjelajahbumi in forum Dunia Baca & Buku
    Replies: 1
    Postingan Akhir: 10-12-2011, 16:37
  3. Fatimah dan muslimah modern
    By jamila in forum Artikel
    Replies: 0
    Postingan Akhir: 06-12-2007, 15:33
  4. berfikir modern
    By yusuff in forum Artikel
    Replies: 0
    Postingan Akhir: 07-10-2007, 21:51
  5. Anak dan Teknologi Modern
    By ayyashiyahya in forum Ibu dan Anak
    Replies: 18
    Postingan Akhir: 02-08-2007, 21:06

Bookmarks

Hak Akses Postingan

  • Kamu tidak boleh membuat thread baru
  • Kamu tidak boleh membalas postingan
  • Kamu tidak boleh kirim lampiran
  • Kamu tidak boleh mengedit postinganmu
  •