Wudhu bagi umat Islam memiliki keutamaan yang sangat penting, dikarenakan tanpa wudhu shalat seorang muslim tidak dapat sah, kalau tersedia udzur sehingga seorang muslim selanjutnya melakukan tayamum. Tayamum adalah pengganti wudhu kalau tidak tersedia atau tidak tersedia air untuk berwudhu, maka umat muslim direkomendasikan untuk bertayamum bersama menggunakan debu.

Dalam wudhu tersedia 6 rukun yang mana kalau keliru satu rukun selanjutnya tidak dijalankan selagi berwudhu, maka wudhunya tidak sah. Dan kalau wudhunya tidak sah maka ibadah yang dijalankan bersama syarat wudhu terlebih dahulu jadi tidak sah. Ibadah yang dijalankan bersama syarat wudhu terlebih dahulu yakni layaknya shalat dan membaca Al Quran.

Pada artikel ini, penulis dapat mengkaji perihal rukun-rukun wudhu berdasarkan mazhab Imam Syafi'i. Rukun wudhu atau mampu dinamakan terhitung bersama fardhu wudhu menurut madzhab Imam Syafi'i tersedia 6, yaitu:

1. Niat Wudhu

Niat wudhu dijalankan bersama tujuan untuk menegaskan dan wudhu yang dijalankan berdasarkan niat dikarenakan Allah SWT. Adapun bacaan niat wudhu mampu klik di niat wudhu. Dan niat ini dibacakan ketika memasuki rukun wudhu yang ke dua yakni membersihkan wajah yang pertama kalinya.

2. Membasuh Muka

Membasuh wajah adalah rukun wudhu yang kedua, membersihkan wajah mesti dijalankan ketika berwudhu, dan batasan basuhannya yakni dari daerah tumbuhnya rambut sampai dagu dan bagian samping wajah yakni sampai batasan telinga ke telinga.

3. Membasuh Kedua Tangan

Setelah membersihkan wajah dilanjut bersama membersihkan ke dua tangan, membersihkan ke dua tangan merupakan rukun wudhu yang ketiga berarti tidak boleh ditinggalkan, batasan basuhannya yakni dari ujung jari sampai siku dan dilebihkan sedikit untuk berhati-hati.

4. Membasuh Sebagian Kepala

Membasuh sebagian kepala yakni rukun wudhu yang keempat dan mesti dilakukan, bagian yang dibasuh boleh pada sedikit rambutnya saja.

5. Membasuh Kedua Kaki

Membasuh kaki merupakan rukun wudhu yang kelima, batasan basuhannya yakni jari-jari kaki sampai ke dua mata kaki, dan untuk berhati-hati boleh dilebihkan sedikit.

6. Dilakukan secara Berurutan (Tertib)

Rukun wudhu yang paling akhir atau yang keenam adalah tertib. Tertib berarti mendahulukan bagian satu dari bagian lainnya cocok urutan rukun wudhu yang udah disebutkan.

Demikian rukun-rukun wudhu yang jumlahnya tersedia 6, adapun kerap kita jumpai dan kerap kita melakukan setelah wudhu adalah berdoa. Berdoa atau membaca doa setelah wudhu merupakan bagian dari sunnah wudhu bukan bagian dari rukun wudhu. Semoga bermanfaat.