User Tag List

Results 1 to 3 of 3

Thread: Wudhu, adakah?

  1. #1
    myQ Newbie
    Tanggal Bergabung
    Dec 2008
    Posts
    18
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Wudhu, adakah?

    Salam,

    Ada pertanyaan dan pernyataan penting dan menarik dalam thread Haji menurut Al-Qur’an.

    Jimmy, ada pertanyaan buat Anda:

    3. Jika Anda menganggap tidak ada shalat, bagaimana Anda memahami Q.S. 5:6?

    Itu saja, Jim. Pertanyaan yang sederhana, bukan? ( post #446)
    Tapi, Anda tidak menyangkal kan bunyi ayat tersebut (Q.S. 5:6) yang sangat jelas menunjukkan sebuah ritual, membasuh muka, kedua tangan, dan juga kaki? Mau dianggap sebagai perumpamaan saja? Bunyi ayatnya jelas loh. Atau, Anda mau menafsirkan versi Anda, ooh, membasuh muka itu tidak membasuh muka beneran, tetapi bla bla bla...... Gitu ya? (post #445)
    Kita cermati ayat QS 5.6 berikut.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (5:6)
    Ya ayyuha allatheena amanoo itha qumtum ila alssalati faighsiloo wujoohakum waaydiyakum ila almarafiqi waimsahoo biruoosikum waarjulakum ila alkaAAbayni wain kuntum junuban faittahharoo wain kuntum marda aw AAala safarin aw jaa ahadun minkum mina alghaiti aw lamastumu alnnisaa falam tajidoo maan fatayammamoo saAAeedan tayyiban faimsahoo biwujoohikum waaydeekum minhu ma yureedu Allahu liyajAAala AAalaykum min harajin walakin yureedu liyutahhirakum waliyutimma niAAmatahu AAalaykum laAAallakum tashkuroona
    • 5:6 "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

    Bagian ayat:

    itha qumtum ila alssalati, diterjemahkan: apabila kamu hendak mengerjakan salat.

    Dalam bagian ayat tersebut tidak ada kata yang dapat diterjemahkan dengan hendak, dan kata ila hilang dalam terjemahan.

    Parahnya, qumtum tidak dapat dipahami: kamu hendak mengerjakan, karena qumtum bukan fiil mudhari (kata kerja bentuk belum selesai/imperfect verb), melainkan qumtum adalah fiil madhi (kata kerja bentuk selesai /perfect verb), sehingga qumtum lebih tepat diterjemahkan: kamu telah mengerjakan.

    Aneh sekali kan, masa iya ritual wudhu dilakukan setelah mengerjakan salat. Artinya, ritual wudhu tidak memiliki dasar petunjuk Alquran.

    Jadi, pemahaman bahwa tidak ada ritual salat adalah beralasan, karena ritual wudhu juga tidak ada.

  2. #2
    myQ Newbie kaandnjani's Avatar
    Tanggal Bergabung
    Aug 2017
    Lokasi
    kandangan, kalsel
    Posts
    22
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Quote Postingan asli oleh affair View Post
    Salam,

    Ada pertanyaan dan pernyataan penting dan menarik dalam thread Haji menurut Al-Qur’an.





    Kita cermati ayat QS 5.6 berikut.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (5:6)
    Ya ayyuha allatheena amanoo itha qumtum ila alssalati faighsiloo wujoohakum waaydiyakum ila almarafiqi waimsahoo biruoosikum waarjulakum ila alkaAAbayni wain kuntum junuban faittahharoo wain kuntum marda aw AAala safarin aw jaa ahadun minkum mina alghaiti aw lamastumu alnnisaa falam tajidoo maan fatayammamoo saAAeedan tayyiban faimsahoo biwujoohikum waaydeekum minhu ma yureedu Allahu liyajAAala AAalaykum min harajin walakin yureedu liyutahhirakum waliyutimma niAAmatahu AAalaykum laAAallakum tashkuroona
    • 5:6 "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

    Bagian ayat:

    itha qumtum ila alssalati, diterjemahkan: apabila kamu hendak mengerjakan salat.

    Dalam bagian ayat tersebut tidak ada kata yang dapat diterjemahkan dengan hendak, dan kata ila hilang dalam terjemahan.

    Parahnya, qumtum tidak dapat dipahami: kamu hendak mengerjakan, karena qumtum bukan fiil mudhari (kata kerja bentuk belum selesai/imperfect verb), melainkan qumtum adalah fiil madhi (kata kerja bentuk selesai /perfect verb), sehingga qumtum lebih tepat diterjemahkan: kamu telah mengerjakan.

    Aneh sekali kan, masa iya ritual wudhu dilakukan setelah mengerjakan salat. Artinya, ritual wudhu tidak memiliki dasar petunjuk Alquran.

    Jadi, pemahaman bahwa tidak ada ritual salat adalah beralasan, karena ritual wudhu juga tidak ada.
    Anda salah dalam memahami ....

  3. #3
    myQ Newbie
    Tanggal Bergabung
    Dec 2008
    Posts
    18
    Thanks
    0
    Thanked 0 Times in 0 Posts
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)
    Quote Postingan asli oleh kaandnjani View Post
    Anda salah dalam memahami ....
    Tolong dijelaskan letak salahnya.

    Atasku, ayat Alquran 5.6 telah diterjemahkan secara keliru yang menggiring kepada pemahaman yang keliru pula.

Similar Threads

  1. batal gak wudhu'?
    By buditelahdewasa in forum Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam
    Replies: 3
    Postingan Akhir: 12-10-2009, 13:51
  2. Wudhu Muslimah
    By nabeel in forum Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam
    Replies: 5
    Postingan Akhir: 04-09-2009, 11:57
  3. Seputar wudhu'
    By kurnia tra in forum Fiqih, Akhlaq, & Ahkamul Islam
    Replies: 8
    Postingan Akhir: 01-07-2009, 10:57
  4. Wudhu yg benar
    By FarEastInc in forum OBrolan ummAT (OBAT)
    Replies: 2
    Postingan Akhir: 06-03-2007, 06:18

Bookmarks

Hak Akses Postingan

  • Kamu tidak boleh membuat thread baru
  • Kamu tidak boleh membalas postingan
  • Kamu tidak boleh kirim lampiran
  • Kamu tidak boleh mengedit postinganmu
  •